Browse By

Wali Kota Bandung Kecam Oknum Bobotoh Tendang Fotografer di GBLA, Minta Proses Hukum Berjalan

Bobotoh suporter fantik Persib Bandung.

BANDUNG, Jabarnusa News. – Wali Kota Bandung memberikan reaksi keras terhadap aksi kekerasan yang melibatkan oknum suporter Persib Bandung, Bobotoh, di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA). Insiden penendangan terhadap seorang fotografer saat menjalankan tugas jurnalistiknya tersebut dinilai telah mencoreng sportivitas dan citra positif Kota Bandung sebagai tuan rumah.

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menegaskan bahwa tidak ada ruang bagi kekerasan dalam bentuk apa pun di dalam stadion. Wali Kota meminta pihak kepolisian untuk mengusut tuntas identitas pelaku dan melakukan proses hukum sesuai aturan yang berlaku.

Kronologi Insiden Penendangan Fotografer di Stadion GBLA

Peristiwa memprihatinkan ini terjadi di tengah atmosfer pertandingan yang seharusnya menjadi pesta olahraga. Berdasarkan laporan di lapangan, oknum Bobotoh tersebut melakukan tindakan fisik kepada fotografer yang sedang mendokumentasikan momen di pinggir lapangan.

Berikut adalah beberapa fakta terkait insiden tersebut:

  • Pelanggaran Etika: Fotografer yang menjadi korban adalah pekerja media yang memiliki akreditasi resmi dan dilindungi oleh Undang-Undang Pers.
  • Aksi Anarkistis: Tindakan penendangan terjadi secara tiba-tiba dan terekam oleh kamera pengawas serta gawai penonton lain, sehingga bukti visual cukup kuat.
  • Respons Petugas: Petugas keamanan stadion segera mengamankan situasi, namun pelaku sempat mencoba membaur dengan kerumunan suporter lainnya.

Wali Kota Bandung: Stadion Harus Menjadi Tempat Aman

Wali Kota Bandung menekankan bahwa fanatisme terhadap klub kebanggaan seperti Persib tidak boleh diekspresikan dengan cara yang destruktif. Ia mengimbau agar komunitas suporter melakukan evaluasi internal guna mencegah oknum-oknum tidak bertanggung jawab merusak nama besar Bobotoh.

“Stadion GBLA adalah aset kita bersama. Menendang pekerja media bukan hanya tindakan kriminal, tapi juga penghinaan terhadap nilai-nilai kemanusiaan dan kebebasan pers. Saya minta aparat kepolisian memproses hukum oknum tersebut agar ada efek jera,” tegas Wali Kota.

Sanksi dan Evaluasi Keamanan Stadion

Menyusul insiden ini, pihak manajemen Persib Bandung dan pengelola stadion juga diharapkan melakukan langkah-langkah preventif. Beberapa poin evaluasi yang diusulkan antara lain:

  1. Pengetatan Keamanan: Menambah jumlah personil keamanan di area sensitif seperti press area dan pinggir lapangan.
  2. Blacklist Suporter: Memberlakukan larangan masuk stadion bagi oknum yang terbukti melakukan tindakan anarkistis.
  3. Edukasi Suporter: Meningkatkan kampanye “Supporter Cerdas” untuk mengedukasi penonton tentang batasan-batasan perilaku di area olahraga.