Browse By

Geliat Wisata Sukabumi: Strategi Pemberdayaan Desa Wisata untuk Bidik Turis Internasional

Salah satu lokasi selancar favorit di Sukabumi.

SUKABUMI, Jabarnusa News. – Kabupaten Sukabumi kini tengah menyiapkan lompatan besar dalam sektor pariwisata. Dengan mengandalkan potensi alam yang melimpah, Pemerintah Kabupaten Sukabumi mulai fokus pada pemberdayaan desa wisata sebagai ujung tombak untuk menarik minat turis mancanegara. Strategi ini diharapkan tidak hanya meningkatkan angka kunjungan wisata, tetapi juga mendongkrak ekonomi kreatif masyarakat lokal.

Langkah ini sejalan dengan visi menjadikan Sukabumi sebagai destinasi unggulan di Jawa Barat yang memiliki daya saing global, terutama melalui situs Geopark Ciletuh-Palabuhanratu yang telah diakui UNESCO.

Desa Wisata: Ruh Baru Pariwisata Sukabumi

Pemberdayaan desa kini bukan lagi sekadar program sampingan. Melalui kolaborasi antara Dinas Pariwisata dan masyarakat setempat, desa-desa di Sukabumi didorong untuk menggali keunikan budayanya masing-masing.

Menurut otoritas pariwisata setempat, ada beberapa poin utama yang menjadi fokus pengembangan:

  • Pengembangan Homestay: Mengubah rumah warga menjadi penginapan layak huni dengan standar pelayanan internasional namun tetap mempertahankan kearifan lokal.
  • Atraksi Budaya & Edukasi: Menawarkan pengalaman langsung bagi turis, seperti bertani, belajar kerajinan tangan, hingga mengikuti ritual adat setempat.
  • Digitalisasi Desa Wisata: Pelatihan bagi pemuda desa untuk memasarkan potensi wisatanya melalui platform digital dan media sosial guna menjangkau pasar dunia.

Membidik Turis Dunia Lewat Geopark Ciletuh

Keberadaan UNESCO Global Geopark Ciletuh-Palabuhanratu tetap menjadi magnet utama. Namun, tantangannya adalah bagaimana membuat turis tinggal lebih lama (staying period) dan berinteraksi lebih dalam dengan desa-desa di sekitar kawasan inti.

Keunggulan Kompetitif Wisata Sukabumi:

  1. Aksesibilitas yang Meningkat: Pembangunan Tol Bocimi (Bogor-Ciawi-Sukabumi) memangkas waktu tempuh dari Jakarta, memudahkan wisatawan asing yang datang dari Bandara Soekarno-Hatta.
  2. Keragaman Hayati: Dari pantai eksotis di Ujung Genteng hingga jembatan gantung (suspension bridge) terpanjang di Situ Gunung.
  3. Wisata Berkelanjutan: Fokus pada ekowisata yang menjaga kelestarian alam dan lingkungan.

Dampak Ekonomi bagi Masyarakat Lokal

Geliat wisata ini mulai dirasakan langsung oleh warga desa. Dengan adanya pemberdayaan, lapangan kerja baru tercipta—mulai dari pemandu wisata (tour guide), pengelola UMKM kuliner, hingga pelaku industri kerajinan tangan.

“Kami ingin wisatawan dunia tidak hanya melihat pemandangan, tapi juga merasakan keramahan dan kehidupan asli masyarakat Sukabumi. Inilah yang dicari oleh pasar internasional saat ini, yaitu authentic experience,” ujar salah satu penggerak wisata daerah.

Pemerintah daerah optimis bahwa dengan penguatan kualitas sumber daya manusia di tingkat desa, Sukabumi akan siap menyambut lonjakan turis dunia di tahun 2026 ini.