Browse By

36 Murid di Cimahi Diduga Keracunan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Pemkot Cimahi Uji Laboratorium

Wakil Wali Kota Cimahi Adhitia Yudisthira saat mengunjungi korban keracunan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cibabat, Cimahi, Jawa Barat.

CIMAHI, Jabarnusa News. – Kasus dugaan keracunan makanan masal kembali terjadi di lingkungan sekolah. Sebanyak 36 murid di Kota Cimahi dilaporkan mengalami gejala mual, muntah, hingga pusing yang diduga kuat bersumber dari menu program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi kini bergerak cepat untuk melakukan investigasi menyeluruh.

Peristiwa ini menjadi sorotan tajam karena menyangkut program nasional yang sedang dalam tahap uji coba di berbagai daerah. Dinkes Kota Cimahi segera melakukan penanganan medis terhadap para siswa yang terdampak.

Kronologi Kejadian: Gejala Muncul Usai Jam Sekolah

Berdasarkan laporan di lapangan, para siswa mulai merasakan gejala tidak enak badan beberapa jam setelah mengonsumsi paket makanan yang dibagikan di sekolah. Dari total puluhan siswa yang mengeluh sakit, beberapa di antaranya harus mendapatkan perawatan intensif di fasilitas kesehatan terdekat, sementara sisanya menjalani rawat jalan.

Pihak sekolah segera berkoordinasi dengan Puskesmas dan Dinas Kesehatan setempat setelah melihat jumlah siswa yang mengalami gejala serupa meningkat secara signifikan dalam waktu singkat.

Langkah Pemkot Cimahi: Uji Laboratorium Sampel Makanan

Menanggapi insiden serius ini, Pj Wali Kota Cimahi beserta jajaran Dinas Kesehatan langsung turun tangan. Fokus utama saat ini adalah memastikan penyebab pasti keracunan melalui uji klinis.

Berikut adalah langkah-langkah darurat yang diambil oleh Pemkot Cimahi:

  1. Pengambilan Sampel Makanan: Tim teknis telah mengamankan sisa makanan dari menu MBG yang dikonsumsi siswa untuk diuji di laboratorium kesehatan daerah (Labkesda).
  2. Audit Supplier Makanan: Pemerintah akan melakukan evaluasi terhadap vendor atau penyedia jasa boga (katering) yang bertanggung jawab menyediakan menu tersebut.
  3. Pemberhentian Sementara: Distribusi program MBG di sekolah terdampak dihentikan sementara hingga hasil uji laboratorium keluar dan standar keamanan pangan dipastikan terpenuhi.

Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG)

Kasus ini menjadi “lampu kuning” bagi pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis di wilayah lain. Keamanan pangan (food safety) harus menjadi prioritas utama di atas kuantitas distribusi.

“Kami sangat menyesalkan kejadian ini. Fokus kami saat ini adalah kesembuhan anak-anak, sambil secara paralel melakukan investigasi mendalam terhadap SOP penyediaan makanan,” ujar perwakilan Pemkot Cimahi.

Para ahli menyarankan agar setiap penyedia makanan untuk anak sekolah wajib memiliki sertifikat laik higiene sanitasi dan melakukan quality control ketat sebelum makanan didistribusikan ke ruang kelas.